Akhir-akhir ini indonesia sedang mengalami musim hujan yang menyebabkan banjir, contohnya saja seperti di
jakarta. Dan pada musim hujan ini demam berdarah akan semakin sering, dan untuk itu dibutuhkan langkah pencegahan. Hal yang satu ini membuat orang-orang harus lebih waspada pada kesehatannya dengan menjaga kebersihan di lingkungan.
Pada musim hujan seperti ini populasi nyamuk demam berdarah meningkat dari biasanya, karena banyak tempat berlindung nyamuk
Aedes Aegypti sehingga nyamuk ini mudah dalam berkembang, menyangkut hal itu maka semakin banyak potensi nyamuk ini menggigit anak-anak dan remaja sehingga terkena DBD (Demam Berdarah)
Penyakit demam berdarah ini disebabkan oleh virus dengue (tipe 1, 2, 3, 4), virus ini masuk melalui gigitan nyamuk
Aedes Aegypti dan gigitannya masuk ke peredaran darah, nyamuk ini bisa mengganggu sisten pembekuan darah serta pembuluh darah kapiler, sehingga bisa menyebabkan pendarahan.
Waspada Demam Berdarah Di Saat Musim Hujan
Anda juga perlu mengonsumsi makanan yang mengandung banyak vitamin dan nutrisi untuk meningkatkan daya tahan tubuh bagi anak-anak dan remaja.
Baca juga :
6 Manfaat Vitamin dan Mineral Bagi Tubuh
Oleh karena itu kita harus pintar-pintar menjaga kebersihan lingkungan, terutama sumber-sumber genangan air di sekitar rumah. Menguras dan menyikat bak mandi juga penting, serta menaburkan bubuk abate ke tempat genangan air juga tidak kalah pentingnya.
Dan juga segera tutup segala tempat penampungan air setelah hujan turun, setelah itu kuras dan sikat bak mandi dan memberikan bubuk abate ke tempate yang menampung air, seperti gentong air, vas bunga, kolam, dan daerah disekitar tempat bermain anak-anak. Usaha ini menjalani konsep 3M untuk mencegah DBD.
Selain itu, lingkungan yang kotor setelah banjir juga menjadi tempat faforit nyamuk, sehingga dibutuhkan juga upaya untuk membersihkan lingkungan setelah banjir agar terhindar dari gigitan nyamuk
Aedes Aegypti yang menyebabkan demam berdarah. Nah, untuk menhindari gigitan nyamuk dewasa bisa dilakukan dengan
fogging.